Apa itu DGA ?

Dalam sistem tenaga listrik, transformator daya adalah salah satu peralatan paling kritis dan tidak dapat dipisahkan dari kemungkinan kondisi abnormal karena terjadinya gangguan. Ketidaknormalan ini kemungkinan terjadi karena adanya gangguan seperti overheat, partial discharge dan arcing yang akan menimbulkan dampak buruk terhadap kinerja transformator. Salah satu metode untuk mengetahui ada tidaknya gangguan yang terjadi pada transformator adalah dengan mengetahui dampak dari ketidaknormalan transformator itu sendiri. Transformator yang mengalami gangguan akan menghasilkan gas yang larut dalam minyak seperti H2, CH4, C2H2, C2H4, C2H6, CO dan CO2. Jika gas tersebut melebihi batas nilai normal, maka akan dapat memicu terjadinya kebakaran saat pengoperasian transformator. Untuk mengetahui dampak ketidaknormalan pada transformator digunakan metode dissolved gas analysis. Dissolved Gas Analysis (DGA) adalah teknik yang andal untuk mendeteksi keberadaan kondisi gangguan yang baru terjadi pada transformator terendam minyak. Pada dasarnya DGA adalah proses untuk menghitung kadar/nilai dari gas-gas hidrokarbon yang terbentuk akibat ketidaknormalan. Gas yang berada dalam transformator dapat berfungsi sebagai penanda untuk berbagai jenis gangguan.  Untuk pengujian DGA dan evaluasi jenis gangguan pada transformator daya menggunakan interpretasi dari IEEE std C57.104 dan IEC 60599. Metode yang digunakan untuk pengujian DGA menurut interpretasi IEEE adalah total dissolved combustible gas (TDCG), key gas, rasio doernenburg, dan rasio roger. Sedangkan metode yang digunakan untuk pengujian DGA pada IEC 60599 adalah segitiga duval, rasio basic gas dan rasio CO2/CO. Dari hasil pengujian DGA yang telah dilakukan, semua metode ini akan digunakan untuk memastikan jenis gangguan yang terjadi pada transformator daya.

 


DGA dilakukan
dua kali, pasca-gangguan transformator dan pasca pemasangan atau sebelum maintenance dilakukan Kapan dilakukan pengetesan Dissolved Gas Analysis ?

Untuk menjaga kehandalan operasi trafo tenaga diperlukan pemeliharaan yang sesuai prosedur dan dilakukan secara berkala maupun berdasarkan kondisi realtime. Pemeliharaan yang bersifat terencana dan berkala disebut preventive maintenance, pemeliharaan yang bersifat perbaikan disebut corective maintenance, pemeliharaan berdasarkan kondisi peralatan disebut conditional based maintenance dan pemeliharaan saat terjadi kerusakan pada peralatan disebut breakdown maintenance. Pemeliharaan yang tepat terhadap trafo dan peralatan tegangan tinggi lainnya diharapkan mampu mengembalikan kinerja operasi atau meminimalkan kerusakan jika terjadi kegagalan operasi.

Pengujian DGA yang tidak sesuai standar yang sampai mengakibatkan trafo rusak dan tidak mampu
beroperasi

  • Untuk kasus trafo yang sedang beroperasi dilakukan pengambilan sampel minyak secara berkala
  • Pengiriman sampel minyak harus sesaat setelah pengambilan sampel
  • Pengecekan pada trafo yang beroperasi lebih disarankan karena bisa mendapatkan trending data DGA secara berkala.

 

Untuk info lebih lanjut bisa kontak marketing representative kami : 

Lihat Katalog Produk Kami disini : https://seinvestama.com/product-list/

Lihat Service  Kami disini : https://seinvestama.com/services-page/

 

 

 

 

Leave a Reply